Perajin sepatu dan perajin furnitur bekerja dengan bahan yang berbeda, tetapi banyak prinsip perawatannya ternyata serupa. Kulit dan kayu sama-sama bahan alami yang bereaksi terhadap kelembapan, membutuhkan nutrisi, dan terlindungi oleh lapisan tipis. Pemahaman ini berguna terutama untuk furnitur yang menggabungkan keduanya.
Tahap 1Bersihkan sebelum melapisi
Baik sepatu maupun furnitur harus dibersihkan dari debu dan kotoran sebelum diberi krim, minyak, atau lilin. Melapisi di atas kotoran justru mengunci kotoran di permukaan.
Gunakan pembersih yang sesuai bahan; pembersih yang terlalu keras dapat merusak kulit maupun finishing kayu.
Tahap 2Menjaga kelembapan
Kulit yang terlalu kering akan retak, begitu pula kayu. Sebaliknya, kelembapan berlebih memicu jamur pada keduanya. Simpan di ruangan dengan sirkulasi udara baik dan hindari sinar matahari langsung.
Kondisioner kulit dan minyak kayu berfungsi menjaga kelenturan dan mencegah retak.
Tahap 3Lapisan pelindung tipis
Lilin pada sepatu dan lilin pada furnitur sama-sama memberi lapisan pelindung tipis yang dapat dipoles hingga mengilap. Beberapa lapisan tipis lebih baik daripada satu lapisan tebal yang lengket.
Lapisan lilin perlu diperbarui secara berkala.
Tahap 4Kursi kayu berjok kulit
Untuk kursi yang menggabungkan kayu dan kulit, rawat masing-masing bahan dengan produk yang sesuai dan hindari produk kayu mengenai kulit, begitu pula sebaliknya. Lindungi jok dengan lakban kertas saat melakukan finishing pada rangka kayu.
Jok kulit yang robek sebaiknya diperbaiki oleh perajin kulit atau pelapis jok.