Pasar loak dan penjualan barang bekas menyimpan banyak harta karun: meja jati solid, lemari tua dengan ukiran, atau kursi rotan klasik. Namun ada juga barang yang biaya perbaikannya melebihi nilainya. Kemampuan menilai kondisi sebelum membeli sangat menentukan untung ruginya proyek restorasi.
Tahap 1Kayu solid atau lapisan
Periksa tepi, bagian bawah, dan bagian belakang furnitur. Kayu solid menunjukkan serat yang menerus di permukaan dan tepi. Furnitur dari papan partikel dengan lapisan tipis sulit direstorasi karena lapisan mudah terkelupas dan tidak dapat diamplas dalam.
Kayu lapis berkualitas baik masih dapat diperbaiki, tetapi perlu kehati-hatian saat pengamplasan.
Tahap 2Periksa sambungan
Goyangkan furnitur perlahan. Sambungan yang longgar sering masih bisa dilem ulang. Sambungan pasak dan purus tradisional biasanya tanda kualitas yang baik.
Retak besar pada bagian penopang beban seperti kaki kursi memerlukan perbaikan struktural yang lebih mahal.
Tahap 3Rayap, bubuk, dan jamur
Lubang kecil dengan serbuk halus di sekitarnya menandakan serangan kumbang bubuk yang mungkin masih aktif. Jalur tanah atau kayu yang terasa rapuh saat ditekan dapat menjadi tanda rayap. Bau apak dan bercak menandakan jamur akibat kelembapan.
Barang dengan serangan aktif dapat menular ke perabot lain di rumah jika tidak ditangani.
Tahap 4Hitung biaya sebelum membeli
Perkirakan biaya bahan, waktu kerja, dan penggantian komponen seperti engsel atau kaca. Bandingkan dengan harga jual barang serupa yang sudah direstorasi.
Jika selisihnya tipis, lebih baik melewatkan barang tersebut, kecuali memiliki nilai sentimental.