Kursi kayu klasik, meja jati tua, dan lemari vintage semakin sering dipakai untuk dekorasi pernikahan, pemotretan, dan acara bertema. Bagi perajin refinishing, penyewaan furnitur vintage bisa menjadi aliran pendapatan tambahan. Namun furnitur sewaan menghadapi perlakuan yang jauh lebih berat dibanding furnitur rumah.
Tahap 1Pilih barang yang kuat
Utamakan furnitur dengan rangka dan sambungan yang kokoh. Kursi dengan sambungan longgar dapat membahayakan tamu. Perkuat sambungan sebelum disewakan.
Barang antik yang rapuh atau bernilai tinggi sebaiknya hanya dipajang, bukan dipakai duduk.
Tahap 2Finishing yang tahan banting
Pilih finishing yang tahan gores, tahan air, dan mudah diperbaiki. Tamu mungkin meletakkan gelas, makanan, atau bunga basah di atas meja.
Siapkan alat perbaikan kecil seperti lilin pengisi goresan untuk sentuhan cepat setelah acara.
Tahap 3Perawatan setelah acara
Periksa setiap barang setelah kembali: bersihkan, keringkan, perbaiki goresan, dan kencangkan sambungan. Catat kerusakan yang terjadi untuk penyesuaian tarif dan aturan sewa.
Simpan di gudang yang kering untuk mencegah jamur.
Tahap 4Pengemasan dan transportasi
Bungkus furnitur dengan selimut atau busa pelindung, ikat dengan aman di kendaraan, dan angkat dengan benar agar sambungan tidak terbebani. Banyak kerusakan terjadi saat pengangkutan, bukan saat acara.
Sertakan perjanjian sewa yang jelas tentang tanggung jawab atas kerusakan.