Satu malam hujan deras dengan atap yang bocor dapat merusak lemari jati yang sudah bertahun-tahun dirawat. Air yang menetes, kelembapan yang terperangkap, dan jamur yang tumbuh perlahan adalah ancaman serius bagi furnitur kayu. Penanganan cepat menentukan seberapa besar kerusakannya.
Tahap 1Langkah darurat
Pindahkan furnitur dari area yang terkena tetesan air, keluarkan isi laci dan lemari, lalu lap permukaan hingga kering. Buka laci dan pintu lemari agar bagian dalam dapat mengering.
Keringkan secara perlahan dengan sirkulasi udara, bukan dengan panas langsung atau sinar matahari terik yang dapat menyebabkan retak.
Tahap 2Noda air dan finishing rusak
Noda putih biasanya berada di lapisan finishing dan kadang dapat dihilangkan dengan poles. Noda hitam menandakan air sudah meresap ke kayu dan memerlukan pengamplasan atau perlakuan khusus.
Lapisan finishing yang menggelembung atau mengelupas perlu dikupas dan dilapis ulang setelah kayu benar-benar kering.
Tahap 3Jamur dan kayu melengkung
Jamur dibersihkan dengan memakai masker dan sarung tangan, lalu permukaan dikeringkan dengan baik. Kayu yang melengkung karena menyerap air kadang dapat kembali sebagian setelah kering perlahan, tetapi lengkungan yang parah memerlukan perbaikan oleh perajin.
Kayu lapis yang lapisannya terkelupas karena air perlu direkatkan kembali.
Tahap 4Mencegah terulang
Perbaiki sumber kebocoran atap dan talang sebelum merestorasi furnitur, agar kerusakan tidak terulang. Jaga jarak furnitur dari dinding yang lembap dan pantau kelembapan ruangan, terutama di musim hujan.
Untuk perbaikan atap, gunakan jasa tukang atau kontraktor yang berpengalaman.