Bingkai bukan sekadar penopang lukisan. Bingkai kayu yang tepat melindungi karya dan memperkuat kesan visualnya. Bingkai tua yang indah sering layak direstorasi, tetapi prosesnya harus dilakukan tanpa membahayakan karya seni di dalamnya.
Tahap 1Lepaskan karya terlebih dahulu
Sebelum mengerjakan bingkai, lepaskan lukisan atau karya kertas dengan hati-hati dan simpan di tempat yang aman, bersih, dan jauh dari area kerja. Debu, uap, dan cairan finishing dapat merusak karya.
Untuk karya bernilai tinggi, mintalah bantuan pembingkai profesional atau konservator.
Tahap 2Memperbaiki sudut yang renggang
Sudut bingkai sering renggang karena lem lama mengering. Bersihkan sisa lem, rekatkan kembali, dan jepit dengan klem sudut hingga kering. Pasak atau penguat kecil di bagian belakang dapat menambah kekuatan.
Pastikan sudut tetap siku agar bingkai tidak miring.
Tahap 3Memperbarui finishing atau lapisan emas
Bingkai kayu polos dapat diamplas ringan dan diberi finishing baru. Bingkai berlapis daun emas atau gilding memerlukan teknik khusus dan sebaiknya tidak diamplas, karena lapisan emasnya sangat tipis.
Bagian ornamen yang patah dapat dicetak ulang dari bagian lain yang masih utuh.
Tahap 4Melindungi karya
Gunakan bahan bebas asam untuk passe-partout dan alas belakang, serta kaca atau akrilik pelindung UV untuk karya yang rentan pudar. Pastikan finishing bingkai benar-benar kering sebelum karya dipasang kembali.
Gantung karya jauh dari sinar matahari langsung dan dinding yang lembap.