Piano tua dan lemari piringan hitam antik bukan hanya alat musik dan furnitur, tetapi juga saksi sejarah keluarga. Banyak di antaranya memiliki kabinet kayu dengan veneer indah yang mulai kusam atau terkelupas. Merestorasinya membutuhkan kepekaan terhadap kayu sekaligus fungsi musiknya.
Tahap 1Bagian kayu dan bagian mekanis
Pada piano, bagian kayu luar dapat direstorasi oleh perajin finishing, sedangkan mekanisme di dalam, seperti hammer, senar, dan papan suara, adalah wilayah teknisi piano. Pisahkan kedua pekerjaan ini dengan jelas.
Mintalah teknisi membongkar dan memasang kembali bagian yang terhubung dengan mekanisme.
Tahap 2Memperbaiki veneer
Veneer adalah lapisan tipis kayu indah yang ditempelkan di atas kayu dasar. Veneer yang terangkat dapat direkatkan kembali dengan lem yang sesuai dan dijepit hingga kering. Bagian yang hilang dapat diganti dengan veneer yang serat dan warnanya mirip.
Mengamplas veneer harus sangat hati-hati karena lapisannya tipis dan mudah tembus.
Tahap 3Finishing yang sesuai era
Banyak piano dan lemari lama memakai finishing tradisional seperti shellac. Mempertahankan jenis finishing yang sama membantu menjaga karakter aslinya.
Uji pembersih atau pelarut di bagian yang tidak terlihat untuk mengetahui jenis finishing yang dipakai.
Tahap 4Menjaga kondisi setelah restorasi
Letakkan piano dan lemari jauh dari jendela, AC, dan dinding yang lembap. Bersihkan dengan kain lembut dan hindari meletakkan gelas atau pot tanaman di atasnya.
Kelembapan yang stabil juga penting untuk menjaga stelan nada piano dan kondisi piringan hitam.