Finishing pada furnitur terutama berfungsi melindungi dan mempercantik. Pada alat musik kayu, finishing juga dapat memengaruhi getaran dan bunyi. Itulah sebabnya pembuat alat musik sangat berhati-hati memilih jenis dan ketebalan lapisan.
Tahap 1Finishing dan getaran
Badan gitar dan biola harus bergetar bebas untuk menghasilkan bunyi. Lapisan finishing yang terlalu tebal dan kaku diyakini banyak pembuat alat musik dapat meredam sebagian getaran. Karena itu, lapisan pada alat musik akustik biasanya dibuat tipis.
Seberapa besar pengaruhnya masih sering diperdebatkan, tetapi prinsip lapisan tipis umum dipegang.
Tahap 2Jenis-jenis finishing
Nitroselulosa populer pada gitar karena tipis dan mudah diperbaiki, meski lebih rentan terhadap goresan. Poliuretan lebih keras dan tahan lama. Shellac dan pernis minyak tradisional banyak dipakai pada biola dan alat musik gesek.
Setiap jenis memiliki cara perawatan dan perbaikan yang berbeda.
Tahap 3Merawat finishing alat musik
Lap alat musik dengan kain mikrofiber kering setelah dimainkan. Hindari cairan pembersih rumah tangga dan semprotan berbasis silikon. Beberapa jenis finishing dapat bereaksi dengan bahan karet atau busa tertentu pada stand gitar.
Jaga kelembapan ruangan agar kayu tidak retak atau melengkung.
Tahap 4Serahkan perbaikan kepada ahlinya
Mengamplas atau mengecat ulang alat musik tanpa pengetahuan khusus dapat mengubah bunyi dan menurunkan nilai alat, terutama alat musik bermerek atau antik. Luthier atau teknisi alat musik memiliki keahlian untuk memperbaiki finishing dengan tepat.
Untuk goresan kecil, sering kali lebih baik dibiarkan sebagai bagian dari karakter alat.