Kayu lapis ada di mana-mana: lemari, rak, kursi lengkung, hingga papan luncur. Meski terdiri dari lembaran tipis, kayu lapis dapat sangat kuat dan stabil. Rahasianya terletak pada cara lembaran-lembaran itu disusun.
Tahap 1Prinsip arah serat bersilangan
Kayu lapis dibuat dari lembaran veneer tipis yang direkatkan dengan arah serat bersilangan antarlapisan. Susunan ini membuat kayu lapis lebih stabil terhadap perubahan kelembapan dan tidak mudah retak mengikuti serat.
Jumlah lapisan biasanya ganjil agar tegangan seimbang.
Tahap 2Laminasi lengkung
Lembaran tipis dapat dilengkungkan di atas cetakan dan direkatkan hingga mengeras dalam bentuk lengkung. Teknik ini dipakai untuk kursi lengkung, papan luncur, dan komponen furnitur modern.
Hasilnya kuat sekaligus ringan.
Tahap 3Kualitas kayu lapis
Kualitas kayu lapis bergantung pada jenis kayu, ketebalan lapisan, jenis lem, dan ada tidaknya rongga di dalam. Kayu lapis untuk penggunaan luar ruangan atau lembap memerlukan lem tahan air.
Tepi kayu lapis yang terbuka sebaiknya ditutup dengan list atau edging.
Tahap 4Finishing kayu lapis
Lapisan permukaan kayu lapis tipis, sehingga pengamplasan harus ringan agar tidak tembus ke lapisan di bawahnya. Tutup bagian tepi dengan sealer atau cat untuk mencegah air meresap dan lapisan mengelupas.
Untuk kayu lapis yang lapisannya mulai terkelupas, rekatkan kembali sebelum difinishing.