Dua meja dikerjakan dengan bahan dan cara yang sama, tetapi hasilnya berbeda: yang satu mengilap rata, yang lain berkabut dan lengket. Perbedaan seperti ini jarang terjadi secara kebetulan. Ada faktor-faktor lingkungan dan teknik yang memengaruhi hasil, dan sebagian besar dapat dikendalikan.
Tahap 1Kelembapan udara
Kelembapan tinggi memperlambat penguapan pelarut dan dapat menyebabkan lapisan tampak berkabut atau keputihan, terutama pada lacquer. Di iklim tropis, hal ini sering terjadi saat musim hujan atau pagi hari.
Jadwalkan penyemprotan pada waktu dengan kelembapan lebih rendah dan pastikan sirkulasi udara baik.
Tahap 2Suhu
Suhu terlalu rendah memperlambat pengeringan, sedangkan suhu terlalu tinggi atau sinar matahari langsung dapat membuat permukaan kering terlalu cepat sehingga terbentuk gelembung atau lapisan tidak rata.
Ikuti rentang suhu yang dianjurkan produsen pada kemasan.
Tahap 3Kadar air kayu
Kayu yang masih basah atau lembap akan melepaskan uap air di bawah lapisan finishing, menyebabkan lapisan menggelembung atau mengelupas. Kayu juga dapat menyusut dan retak setelah difinishing.
Alat pengukur kadar air kayu membantu memastikan kayu cukup kering sebelum dilapis.
Tahap 4Ketebalan dan waktu antarlapisan
Lapisan tebal sekaligus cenderung meleleh, berkerut, atau lama kering. Beberapa lapisan tipis dengan waktu kering yang cukup dan pengamplasan halus di antaranya menghasilkan permukaan yang lebih rata dan kuat.
Catat kondisi setiap proyek. Dengan data yang cukup, hasil finishing menjadi jauh lebih dapat diprediksi.