Papan catur dari kayu dengan kotak gelap dan terang bergantian adalah contoh klasik teknik inlay atau marquetry. Teknik ini menyusun potongan kayu berbeda warna menjadi pola. Pola kotak adalah titik awal yang tepat untuk mempelajarinya.
Tahap 1Memilih kayu kontras
Pilih dua jenis kayu dengan warna yang jelas berbeda, misalnya kayu terang dan kayu gelap. Pastikan keduanya memiliki ketebalan dan kekerasan yang mirip agar mudah diamplas rata.
Gunakan kayu dari sumber yang legal dan jelas asal-usulnya.
Tahap 2Memotong dengan presisi
Pola kotak menuntut ketelitian tinggi. Potong lembaran atau bilah kayu dengan lebar yang sama, lalu susun bergantian dan potong melintang untuk mendapatkan baris kotak. Kesalahan kecil di setiap potongan akan menumpuk.
Gunakan alat potong yang tajam dan penggaris yang lurus.
Tahap 3Menyusun dan merekatkan
Susun potongan di atas permukaan datar, rekatkan dengan lem kayu, dan jepit atau beri beban merata hingga kering. Untuk veneer tipis, susun di atas papan dasar yang stabil.
Bersihkan sisa lem sebelum mengering agar tidak menghalangi finishing.
Tahap 4Finishing yang menonjolkan warna
Amplas permukaan hingga rata dan halus. Finishing bening seperti minyak atau pernis bening akan menonjolkan kontras warna dan serat kayu.
Hindari pewarna kayu yang dapat membuat kedua jenis kayu tampak seragam dan menghilangkan efek kotak-kotaknya.