Renovasi rumah adalah saat yang tepat untuk memperbarui elemen kayu seperti kusen, pintu, dan lantai. Kayu yang dirawat dengan baik dapat bertahan puluhan tahun dan jauh lebih berkarakter dibanding bahan pengganti. Kuncinya adalah perencanaan yang selaras dengan pekerjaan konstruksi lainnya.
Tahap 1Menilai kondisi
Periksa apakah kayu masih kuat atau sudah lapuk, terutama di bagian bawah kusen dan pintu yang sering terkena air. Kayu yang lapuk dalam perlu diganti sebagian sebelum difinishing.
Periksa juga tanda serangan rayap yang perlu ditangani terlebih dahulu.
Tahap 2Mengupas finishing lama
Cat atau pernis lama dapat dikupas dengan pengupas kimia, panas, atau pengamplasan. Untuk rumah yang sangat tua, cat lama mungkin mengandung timbal, sehingga pengamplasan kering dan pembakaran harus dihindari tanpa perlindungan memadai.
Lindungi lantai dan kaca di sekitar area kerja.
Tahap 3Lantai kayu
Lantai kayu solid dapat diamplas dengan mesin khusus untuk menghilangkan goresan dan noda, lalu dilapisi finishing yang tahan lalu lintas kaki. Lantai engineered dengan lapisan atas tipis hanya dapat diamplas terbatas.
Pengamplasan lantai sebaiknya dilakukan oleh tenaga berpengalaman karena kesalahan sulit diperbaiki.
Tahap 4Mengatur jadwal
Lakukan finishing kayu setelah pekerjaan berdebu seperti pembobokan dan plester selesai, tetapi sebelum pengecatan dinding akhir jika memungkinkan. Debu konstruksi dapat merusak lapisan yang masih basah.
Koordinasikan jadwal dengan kontraktor agar setiap pekerjaan tidak saling mengganggu.