Rak di toko bahan bangunan dipenuhi berbagai produk finishing dengan nama dagang yang membingungkan. Namun sebagian besar dapat dikelompokkan ke dalam tiga keluarga utama: minyak, pernis atau poliuretan, dan shellac. Memahami karakter ketiganya membantu memilih finishing yang tepat untuk setiap proyek.
Tahap 1Minyak
Finishing minyak meresap ke dalam serat kayu dan memberi tampilan alami dengan kilau lembut. Mudah diaplikasikan dengan kain dan mudah diperbaiki karena bagian yang aus cukup diberi minyak lagi.
Kelemahannya, perlindungan terhadap air dan goresan lebih rendah, sehingga perlu perawatan lebih sering.
Tahap 2Pernis dan poliuretan
Pernis dan poliuretan membentuk lapisan keras di atas kayu yang tahan air, panas, dan goresan. Cocok untuk meja makan, meja kerja, dan lantai yang sering dipakai.
Kelemahannya, perbaikan lokal lebih sulit karena bagian yang rusak sering harus diamplas dan dilapis ulang lebih luas.
Tahap 3Shellac
Shellac adalah finishing tradisional dari resin alami yang dilarutkan dalam alkohol. Kering sangat cepat, memberi kilau hangat, dan banyak dipakai pada furnitur antik serta teknik French polish.
Shellac kurang tahan terhadap air, alkohol, dan panas, sehingga kurang cocok untuk permukaan meja yang sering terkena tumpahan.
Tahap 4Memilih sesuai kebutuhan
Pertimbangkan fungsi barang, tampilan yang diinginkan, dan kesediaan merawat. Furnitur pajangan atau antik cocok dengan shellac atau minyak, sementara furnitur yang sering dipakai lebih cocok dengan pernis.
Ketiga keluarga ini kadang juga digabungkan, misalnya shellac sebagai sealer di bawah lapisan pernis. Selalu periksa kecocokan produk.