Gaya vintage dan rustic membuat banyak orang ingin furnitur baru tampak seperti telah berusia puluhan tahun. Teknik distressing dan patina buatan menghadirkan kesan itu. Dilakukan dengan baik, hasilnya bisa sangat meyakinkan dan indah, baik pada furnitur maupun patung dekoratif.
Tahap 1Distressing
Distressing meniru keausan alami dengan membuat penyok kecil, goresan, dan pengamplasan pada tepi yang biasanya sering tersentuh. Kunci keberhasilannya adalah meniru pola keausan yang masuk akal, bukan merusak secara acak.
Amati furnitur tua asli untuk mempelajari bagian mana yang biasanya aus.
Tahap 2Dry brush dan cat berlapis
Teknik dry brush memakai kuas dengan sedikit cat untuk menonjolkan tekstur. Cat berlapis dengan warna berbeda yang kemudian diamplas di beberapa titik menghasilkan kesan furnitur yang pernah dicat ulang beberapa kali.
Teknik ini populer untuk gaya shabby chic dan rumah pedesaan.
Tahap 3Glazing dan patina
Glaze berwarna gelap yang dioleskan lalu diseka meninggalkan warna di celah dan ukiran, memberi kedalaman seperti kotoran yang menumpuk selama bertahun-tahun. Pada patung atau ornamen, patina buatan dapat meniru tampilan logam tua atau batu.
Kunci finishing dengan lapisan pelindung agar efeknya tahan lama.
Tahap 4Etika dan kejujuran
Efek antik adalah pilihan gaya yang sah. Namun menjual barang baru dengan efek antik sebagai barang antik asli adalah penipuan. Selalu jelaskan kepada pembeli bahwa efek usang merupakan hasil teknik finishing.
Kejujuran menjaga reputasi perajin dan kepercayaan pasar.